Friday, 15 April 2011

Tujuh-belas tahun. Penuh warna.

17 tahun hidup saya, bisa di bilang seperti judul di atas. Penuh warna. Berbagai keadaan dan situasi yang beraneka ragam sudah saya lewati yaitu masa kanak-kanak yang menyenangkan. Tapi bukan berarti sifat kekanak-kanakan saya pun sudah hilang, tapi pembelajaran-pembelajaran masa lalu cukup dapat mengajari saya maksud hidup. Dengan di takdirkan menjadi anak paling kecil bukan berarti saya terlahir menjadi anak yang manja, tapi jujur sifat keegoisme itu pasti ada, bagaimanapun itu harus kita akui tapi dengan umur saya yang 17 tahun ini. Saya mencoba dan belajar untuk lebih bersikap dewasa..


Pertama kali melihat dunia
Lomba Foto Zwitsal.
Adinda Sari Putri Nawawi datang ke dunia pada tanggal 9 januari 1994 di Jakarta, bertempat di RSPP. Dengan berat 3,6 kg. Kelahiran putri ke-3 (saya) membuat ibu saya merasa puas. Pertama, karena di karuniai 3 putri. Kedua, lahirnya bayi sehat. Memang saya lah yang paling banyak gizi (re: gendut) hehehe kehidupan saat saya bagi memang sangat di manjakan berhubung selang antara saya dan kakak saya berelang 6 tahun. “ibu kangen punya anak bayi lagi” itu lah yang paling saya ingat dari masa balita saya.


Balita (1 tahun) di Puncak.

Saya dan Kakak saya yang kedua, Dara Vidya Karina.

Solat Maghribu bersama ibu.
Naik kuda di bandung
Hm.. walaupun kata-kata itu masih sangat sering terdengar oleh telinga saya. Saat balita, saya pernah di tinggal ke luar negeri oleh keluarga, tapi mereka sangat sering menghubungi saya lewat telepon, walau hanya seminggu, anak berumur 4 tahun tidak akan sanggup menjalaninya. Maka dari itu orang tua saya menitipkan saya dengan tante. Sehingga hubungan kami dekat. Setelah pulang dari Amerika, rasanya saya tidak mau lagi pisah dengan ibu ayah dan kakak-kakak, biar di rumah tante saya sangat nyaman tapi rasanya beda sekali tidur di tengah orangtua saya, makan bersama mereka, dan pergi bertamasya.  Family life was wonderful. The streets were bleak. The playgrounds were bleak. But home was always warm. My mother and father had a great relationship. I always felt 'safe' there.” Umur saya pun bertambah hari demi hari, ibu harus merelakan saya untuk sekolah TK, memang ibu
tidak memasukan saya ke Play Group. Dia lah yang mengajarkan saya membaca dan mengetahui
banyak hal. Education, like neurosis, begins at home.”(Milton)  Dia lah pahlawan tanpa tanda jasa. Akhirnya.. saya di sekolahkan di TK Al-Azhar Jeruk Purut




Sekolah Dasar 
Dengan 2 kakak saya, Bunga Listya Prameswari & Dara Vidya Karina. 2002.

Keluarga. Madinah, 2002.
Dengan koala. Australia, 2002.
Shanghai, 2002.
Setelah sekolah TK di Al-Azhar Jeruk Purut, saya melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar saya di Al-Azhar Syifa Budi atau lebih sering di dengar. Azka. 
Opera House, 2003.
Dengan 2 kakak saya. 2006.
Disana saya bertemu teman-teman yang menyenangkan dan seru, di SD lah saya banyak belajar, transisi dari masa kanak-kanak ke masa (sok) remaja. Dimana saya melihat teman-teman saya banyak yang sudah menyukai lawan jenis ha ha ha terkadang masa-masa itu membuat saya tertawa, mungkin bisa di bilang sekolah saya itu memiliki anak-anak yang borju tapi nyatanya sih tidak.. saya sering sekali jalan-jalan pakai bajaj dengan teman-teman. Berhubung lokasi sekolah saya itu di Kemang, kami sering sekali jalan-jalan di daerah sekolah. Teman-teman disana pun asyik & berbaur. Saat SD waktu bermain saya sangat leluasa. Tidak ada les yang setiap hari. Paling hanya les bahasa inggris yang mungkin Cuma 2 kali seminggu. Itu lah yang membuat saya senang saat SD. Tidak ada beban...




Sekolah Menengah Pertama
Pengumuman kelulusan bersama ibu.
Kehidupan SD yang ringan dan bisa di bilang banyak mainnya di banding belajar, membuat saya ‘belum siap’ dengan kesenioritasan di SMP, SMPI Al-Azhar II menyambut murid-murid baru dengan acara Masa Orientasi Murid, waktu itu kemandirian dan kerja sama sangat di uji, senioritas pun juga berlaku disana. Bukan dalam hal buruk, tapi dalam hal baik, ya untuk di maksudkan agar kami adik kelas lebih sopan dengan guru dan kakak kelas. Menurutsaya kehidupan SMP adalah masa paling transisi dimana anda saat SD masih memiliki sifat kekanak-kanakan tapi di SMP anda sudah harus menghilangkan sifat itu sedikit demi sedikit, sehingga jujur, saat SMP disanalah anda banyak bertemu masalah-masalah pada diri anda dan orang lain, kelabilan yang ada pada diri kitapun terlihat waktu itu. Tapi SMP sama sekali bukanlah waktu yang tidak menyenangkan, kehidupan SMP sangatlah bertolak belakang, pada saat itu saya dan teman-teman sering sekali bersenang-senang, di SMP juga saya menemukan apa arti sahabat itu, sahabat yang akan selalu ada saat susah ataupun senang. Kita bisa menilai sahabat bukan karena kita bisa berbagi kesenangan dengan mereka, tapi dengan kita bisa berbagi kesedihan dengan mereka, dan menurut saya pepatah itu bisa sekali di cocokan dengan 6 sahabat saya itu. Dalam hal pertemanan “Don’t talk behind your friend”s back” itu yang paling penting.. Walaupun saya memiliki sahabat, bukan berarti saya hanya bermain dengan mereka, saya juga sangat berbaur dengan satu angkatan. Di SMP kami sering sekali di uji dalam hal kekompakan angkatan, jadi kalau salah satu teman angkatan saya terkena masalah dengan kakak kelas, kami satu angkatan lah yang menyelesaikannya. Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.” (Muhammad ali)  Bukan untuk ikut campur, tapi kami peduli. 3 tahun saya bersama angkatan saya REVISTA, kenangan-kenangan yang indah sangat banyak yang sedihpun juga ada.

6 sahabat saya.
REVISTA.

Berpuluh-puluh acara kami lakukan bersama, sehingga susah bagi kami untuk pisah. Susah bagi kami memilih SMA karena jujur kami tidak mau pisah sekolah. Kerekatan antara anak cowok dan cewek membuat kami dekat dengan satu dan lainnya.. saat SMP saya memiliki salah satu waktu yang paling indah dalam hidup saya, saya pergi ke Eropa dengan keluarga, itu adalah mimpi saya dari dulu, saya selalu ingin pergi ke Paris, Italia dan Swiss, melihat pemandangan yang indah disana.. Eropa adalah tempat paling indah yang ada dunia, banyak sekali pengetahuan yang saya cari sebelum pergi kesana, saat itu saya ingin sekali pergi ke Eropa, dan akhirnya terwujud... this is the sweetest and most glorious day that ever my eyes did see.” waktu itulah menurut saya, saya memiliki hidup yang sangat menyenangkan....  
Vollendam, 2007
Vatican, 2007.
Mount Titlis.


Sekolah Menengah Atas
NAWASTRA. Jogja.
XB.
SMA Labschool Kebayoran banyak sekali mengajarkan saya.. dalam bidang apapun, pertama kali saya menginjakan saya di sekolah ini, banyak sekali yang saya fikirkan, tapi setelah kurang lebih 2 tahun saya sekolah, banyak sekali maksud dan tujuan dari Labschool melakukan banyak hal yang mungkin bisa di bilang, pasti anak remaja seperti saya tidak suka. Kelas 1 di SMA Labsky, tidak susah bagi saya dalam mencari teman tapi beberapa bulan awal masuk SMA saya masih sangat dekat dengan teman SMP jadi masa-masa itu membuat saya tidak mau SMA, mungkin karena saya belum mendapatkan sahabat seperti di SMP, kurang masuk logika juga kalau baru masuk SMA saya sudah menemukan sahabat yang di SMP saya harus berkutat 3 tahun dahulu.. kelas 1 dimana kami banyak sekali belajar akademik dan non-akademik, dalam hal akademik Labsky terkenal dengan sekolah yang ter-akreditasi A sehingga kurikulum nya pun susah, dalam non-akademik kami juga di padatkan dengan acara-acara kemandirian dll. Saat kelas 1 saya sangat santai benar-benar kurang sekali memikirkan sekolah, tidak seperti teman-teman saya yang sangat berencana untuk masuk IPA melainkan saya yang lebih memikiran non-akademik. Ketidak stlabilan saya saat SMP dulu, masih saya bawa sampai SMA, disanalah saya bisa melihat sisi yang baik dan tidak. Disanalah saya bisa membedakannya, disanalah saya tau bagaimana cara orang memandang orang lain. Bisa di bilang, saya sangat beruntung masuk ke sekolah ini, sekarang saya berfikir lebih luas dan lebih dewasa. Lalu dalam hal akademik, saya memang bisa di bilang santai sampai akhirnya saat ujian akhir sekolah saya benar-benar keteteran tetapi itu tidak menghalangi saya untuk berubah, akhirnya alhamdulilah saya masuk kelas IPA, awalnya saya tidak mau memilih IPA, karena jujur kelas 1 saya lemah di pelajaran-pelajaran itu, tapi karena dukungan dari orang tua & beberapa orang terdekat, saya memilih jurusan IPA. 

XI IPA 3.

OSIS Dranadaraka Wiraksaka.
Kelas 2 adalah kelas yang paling berat dan juga paling ringan, disini banyak sekali kegiatan yang saya jalani dalam hal ekstrakurikuler, les dan acara dengan teman-teman, NAWASTRA yang sering sekali membuat acara, menjadi hiburan bagi saya untuk melupakan hal pelajaran yang susah,  mengapa kelas 2 menurut saya paling ringan? Karena disinilah masa santai bagi NAWASTRA, dimana kelas 1 kami sibuk dengan kegitan non-akademik dan jurusan, kelas 3 kami akan sibuk dengan UAN dan kuliah. paling berat? karena saya harus berkutat dengan pelajaran yang saya benci, kesantaian dan kemalasan saya masih saya bawa sampai sekarang, itu yang membuat saya susah sekali mengikuti pelajaran ipa, tapi karena kesadaran dalam diri saya.. saya sadar bahwa ini lah jurusan yang saya pilih walaupun saya tidak suka saya harus jalani ini semua, memang tidak gampang mengubah itu semua.. tapi saya yakin saya bisa, saya bisa lebih rajin, saya bisa membuktikan kalau saya mampu.. hingga inilah tantangan berat saya.. Defeat is not the worst of failures. Not to have tried is the true failure.(George Edward) walaupun banyak waktu sulit saat SMA, SMA juga tempat saya bersenang-senang bersama teman, dengan mengikuti acara sekolah yang sering, NAWASTRA juga sering di uji kekompakannya, jadi susah bagi kami memungkiri itu semua, hingga makin hari kekompakan kami di bangun.. saya baru menjalani waktu 2 tahun kurang dalam SMA, impian saya untuk mengakhiri SMA adalah memiliki waktu lebih banyak dengan teman-teman, hasil kelulusan yang memuaskan dan semoga kelas 3 akan menjadi setahun yang sangat menyenangkan..


Masa Depan
Jujur saya adalah orang yang sangat merencanakan sesuatu dengan detail, terkadang memang ini tidak bagus, tapi saya adalah tipe orang yang sangat khawatir dengan masa depan saya. Yang ada di fikiran saya hanya “bagaiman kalau nanti saya tidak sukses dan tidak membanggakan orang tua saya?” memang hidup harus di jalani dengan santai tapi juga perhatian dalam hal yang vital, memang bisa stress kalau kita memikirkan hal yang sama, tapi kita juga tidak berusaha, tapi itu bukanlah persepsi saya, menurut saya, saya tidak akan mengikuti kemana jalur air sungai itu, tapi saya yang akan membuat jalurnya. In order to succeed, your desire for success should be greater than your fear of failure.” (Bill Cosby) Saya adalah orang yang memiliki banyak rencana, apalagi dalam hal kuliah, dulu jurusan yang saya inginkan sampai 5 atau lebih, dengan waktu berjalan saya memilih apa yang saya suka dan saya yakin saya mampu dalam bidang itu.. Don't aim for success if you want it; just do what you love and believe in, and it will come naturally.”(David Frost)
Akhirnya saya ingin sekali kuliah di luar, insyaAllah bila semua faktor mendukung. Memang biaya kesana tidak sedikit, tapi inilah yang saya  mau, dan saya akan membuktikan kepada orang tua saya, kalau saya bisa dan akan membawa pulang gelar yang saya miliki dalam waktu yang sudah di rencanakan. Both my mother and father were very supportive of any career move any of us wanted to make”(James Gond)
Setelah kuliah saya memiliki mimpi untuk menjadi wanita karier yang sukses dan memiliki uang banyak hehehe dan insyaAllah bisa tinggal di luar negeri. (re: Manhattan, New York) seberapa pun susah dan sibuk, bila saya bekerja dalam bidang saya nanti, saya tidak keberatan walaupun nantinya saya juga pasti mengeluh, saya juga bukan tipe orang yang memikirkan umur berapa saya akan menikah tapi yang saya inginkan hanya menikah dengan orang yang benar dan memiliki keluarga yang bahagia... :)
Manhattan, New York.

Tuesday, 12 April 2011

BIOGRAFI DAVIATRI APSARIPUTRI XI IPA 3



Nama saya Daviatri Apsariputri Trisna. Saya lahir di Jakarta, pada tanggal 25 Maret tahun 1994 di sebuah rumah sakit yang bernama MMC di lokasi kuningan. Ibu saya dan ayah saya telah menikah selama setahun lebih saat saya lahir, saya lahir dengan kondisi sehat walafiat setelah ibu saya mengandung kurang lebih selama 9 bulan. Saya lahir sebagai bayi berambut hitam dengan kulit berwarna sawo matang, dan muka ke-jawaan, mirip ibu saya. Saya adalah anak pertama dari ayah dan ibu saya, yang telah dinanti-nantikan selama sembilan bulan lebih. Di rumah sakit, saya adalah bayi yang tenang (ini adalah cerita dari ayah dan ibu saya) dan saya jarang sekali menangis.

Saat bayi, saya sangat dimanja oleh orangtua saya, maklum anak pertama. Saat kecil saya sering dibawa kemana-mana oleh orangtua saya, ke kantor, ke taman, ke rumah saudara dan teman-teman orangtua saya. Saya tumbuh menjadi anak kecil yang sehat dan ceria, menurut saya itu adalah karena orangtua saya merawat saya dengan penuh kasih sayang. Saya diajarkan banyak sekali oleh orangtua saya, contohnya membaca surat Al-Fatihah dan berperilaku sopan, memakai sendok dan garpu, dan masih banyak lainnya.

Saat saya kecil saya tinggal di daerah yang bernama rempoa, tepatnya di Taman Rempoa Indah Blok N nomer 20, Tangerang. Di rumah itu, hanyalah tinggal ibu saya, ayah saya, suster saya dan saya, di rumah itu memang sederhana tapi rumah itu sangat membuat saya bahagia karena semua orang saling menyayangi dan mencintai.

Saat saya berusia satu tahun lebih, Allah SWT mengkaruniai ibu dan ayah saya seorang adik perempuan, yang bernama Diandra Indiraputri Trisna, yang akrab dipanggil Didu. Setelah dua tahun, lahirlah adik perempuan saya yang satunya, yang bernama Dheantri Adinda Putri Trisna, yang biasanya dipanggil Dhea. Setelah 7 tahun (berarti berbeda 10 tahun dengan saya), lahirlah adik laki-laki pertama saya yang bernama Thezar Ramadhana Putra.

Saat saya berusia 2 sampai 3 tahun, saya banyak sekali menghabiskan waktu saya dengan nenek dan kakek saya dari ibu saya, yang saya panggil eyang kakung dan eyang putri. Eyang kakung dan eyang putri saya adalah panutan saya, saat orangtua saya sedang berkerja saya dititipkan di rumah eyang saya yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Pusat.

Saya juga dekat dengan nenek dan kakek saya dari ayah saya, yang saya akrab panggil opa dan oma. Waktu itu, saya pernah ditinggal ayah dan ibu saya ke Amerika, dan saya sempat tinggal di rumah opa dan oma saya, karena itu lah saya dekat sekali dengan opa dan oma saya.

Saat saya berusia kurang lebih 3 sampai 4 tahun, orangtua saya memasukan saya ke kelompok bermain agar saya dapat membuat teman-teman baru. Kelompok bermain itu adalah kelompok bermain yang kecil di kompleks saya dulu, namanya Kelompok bermain mutiara. Kelompok bermain mutiara ini sering menampilkan pertunjukan kecil-kecilan di kompleks untuk menghibur para tetangga.

Setelah saya bertambah besar sedikit, saya dimasukan ke TK Global Jaya, sebuah TK berbasis internasional yang terletak di Bintaro sektor 9, dan saya pun belajar bahasa inggris disitu, dan saya mempunyai teman-teman disana. Saya pun melanjutkan sekolah dasar disitu, sampai saya lulus di SD kelas 6. TK dan SD saya agak berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya, kami memiliki drama-drama kecil yang di pertunjukan setiap minggunya di kelas-kelas yang berbeda, dan itu merupakan hal yang paling saya suka.

Sekolah dasar saya memberikan saya banyak sekali ilmu, kami tidak hanya diajarkan pelajaran-pelajaran biasa seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, ilmu pengetahuan alam dan lain lain, tetapi kami juga diajarkan untuk bersikap baik kepada anak-anak lainnya, dan diajarkan moral seperti bersikap percaya diri dan peduli sesama manusia.

Saat saya lulus SD, saya diterima di SMP Labschool Kebayoran lalu saya bersekolah disana selama 3 tahun. Tiga tahun itu merupakan tiga tahun yang sangat indah, banyak sekali kenangan dan saya mengalami banyak sekali perubahan di dalam diri saya, baik fisik maupun secara sikap saya. Saya banyak sekali belajar hal-hal baru, dan mempunyai banyak sekali teman baru yang sampai sekarang menjadi sahabat-sahabat terdekat saya. Masa SMP saya benar-benar masa yang sangat tidak terlupakan bersama angkatan ke enam yaitu Averla Sixeras.

Saya masuk ke SMA Labschool Kebayoran pada tahun 2009, dan sampai sekarang saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Dulu saya masuk dan menjalankan semua acara sekolah saat kelas 1 SMA, seperti MOS, Lapinsi, Pilar, Bintama, Trip Observasi, TPO, dan lain lain. Harapan saya adalah untuk naik kelas dan menjalani kelas 3 SMA dengan lancar, lulus UAN dan masuk kuliah yang diinginkan.

Saat baru lahir.


Saat berumur 1 tahun.


Saat berumur 2 tahun.


Saat berumur 3 tahun.


Saat berumur 4 tahun.


Saat berumur 5 tahun.


Saat berumur 6 tahun.


Saat berumur 7 tahun.


Saat berumur 8 tahun.


Saya dan keluarga saya di Bali.


Saya dan beberapa teman smp saya.


17 tahun hidup saya

17 TAHUN HIDUP SAYA

Nama : Faisal Zakiri
Kelas  : XI IPA 3
           
            Masa Balita

            Nama saya Faisal Zakiri, berumur 17 tahun. Lahir di Jakarta, 26 Agustus 1993. Saat baru lahir, saya diberitahu oleh ibu saya bahwa kuping saya menempel melipat, lalu oleh ayah saya ditarik dan kuping saya menjadi agak caplang. Saat balita saya masih tinggal di Bekasi, tepatnya di Jalan Taman Bougenville II Blok L1 No. 4. Saat berumur 3 bulan saya sudah mulai belajar merangkak, dan pada umur 1 tahun saya sudah mulai bisa berjalan. Diumur 1,5 tahun saya sudah mulai belajar berbicara, dan saya diberitahu oleh ibu saya bahwa kata pertama yang dapat saya ucapkan adalah “Mak”, dimana maksud kata itu adalah ibu. Namun sampai umur 2 tahun saya belum mempunyai gigi, entah mengapa tapi saat ibu saya membawa saya ke dokter dan mengkonsultasikannya, dokter itu bilang bahwa saya mengalami kekurangan hormon pertumbuhan gigi, sehingga dia menyuntikkan sesuatu ke dalam mulut saya dan hasilnya gigi saya tumbuh! Namun karena begitu cepatnya tumbuhnya gigi saya, gigi saya menjadi tidak teratur, dimana 2 gigi seri bagian bawah saya tumbuh dengan posisi lebih di belakang.  Saat balita pula saya hanya suka makan nasi yang dicampurkan dengan kuah sop wortel dan buncis dan itu berlangsung dari saat saya berumur 3 sampai 5 tahun. Selebihnya saya tidak suka.
Saya dikenal sangat suka bermain dengan teman, dan saat itu ada taman bermain untuk anak-anak di komplek rumah tempat saya tinggal. Saya dimasukkan ke playgroup Al-Hanief, dan ber TK di Al-Azhar 8 dan saya menjalani playgroup selama 2 tahun, dikarenakan guru playgroup saya mengganggap saya berada di umur yang tanggung sehingga menyarankan orang tua saya untuk membiarkan saya sekolah di playgroup untuk setahun lagi. Lalu saya diberitahu oleh orang tua saya kalau saya dan kakak saya sangat suka susu, dimana dalam sehari saya bisa minum 5 gelas susu bubuk. Namun sampai diumur 5,5 tahun saya baru bisa minum lewat gelas. Lalu disaat kecil pun saya dikenal sebagai orang yang kidal, dimana kegiatan mandi, makan, minum, menulis, menggambar dan sebagainya saya lakukan dengan tangan kiri. Namun ibu memarahi saya karena tidak baik katanya dan membawa sial, maka saya mulai berlatih melakukan sesuatu dengan tangan kanan. Dan akhirnya saya pun masuk SD pada umur 7 tahun.

Masa SD

            Saya masuk SD Al-Azhar 6, dimana saya termasuk murid yang sering masuk kelas unggulan atau kelas yang kebanyakan murid-murid pintar. Kelas 1, saya masuk di kelas 1C, dan 1 angkatan kami berjumlah 193 orang. Saya selalu memiliki satu orang teman yang sama, bernama Syaraffi Auzan Mu’min. Dari kelas 1C, 2E, 3A, 4C, 5B, dan 6E selalu saja saya sekelas dengan dia. Di angkatan saya, yaitu angkatan yang ke 15, terdapat 5 kelas, dari A sampai E. Dan di Sekolah Dasar ini, hanya kelas 4 sampai kelas 6 yang mendapatkan pelajaran IPA dan IPS, namun pelajaran tersebut berganti-ganti, dimana jika ada pelajaran IPA hari Senin, maka saat hari Senin itu kita akan belajar tentang fisika, dan selasa menjadi belajar biologi, namun di sekolah saya belum belajar kimia di sekolah dasar. Begitupun dengan pelajaran IPS. Pada kelas 4 itulah saya menemukan bahwa pelajaran IPA menarik, terutama Biologi. Orang tua saya selalu berangan dan meminta dan mendoakan saya agar saya menjadi dokter. Dan saya pikir menjadi dokter akan menyenangkan karena menolong orang-orang sakit dan menyembuhkannya, walaupun pertama kali saya bingung menentukan cita-cita. Maka saat kelas 4sampai kelas 6 pun saya rajin mengikuti lomba-lomba yang berkaitan dengan IPA, walaupun tak pernah menang. Di sekolah saya pun ada refleksi bersama angkatan di puncak selama 3 hari. Dan menurut saya itu adalah momen yang sangat menyenangkan, karena itu dilakukan sebelum wisuda, dimana saat pergi kepuncak itu adalah acara perpisahan dengan angkatan.

            Masa SMP
           
            Setelah lulus dari SD pada tahun ajaran 2005/2006, saya masuk ke SMP Labschool Kebayoran. Dimana saya menjadi angkatan yang ke 6, dan saya masuk ke kelas 7B. Saya agak takut pertama kali masuk SMP Labschool Kebayoran karena saat itu, saya sendiri yang berasal dari SD Al-Azhar 6. Maka dari itulah saya beradaptasi dengan cepat dan membuat teman. Lalu di SMP Labschool Kebayoran lah saya belajar tentang moving class. Pertama kali saya bingung karena tiap pelajaran saya harus berpindah kelas dari satu kelas ke kelas yang lain, dan saya belum hafal letak-letak kelasnya, serta melelahkan. Namun yang saya tidak sangka adalah bahwa labschool memiliki kebiasaan untuk lari pagi. Dan kami harus berkumpul jam setengah 6 pagi disekolah. Kegiatan tersebut terasa sangat berat bagi saya karena rumah saya saat itu masih di Bekasi. Jadi setelah sholat subuh saya langsung bergegas dengan ayah saya menuju Jl. KH. Ahmad Dahlan no. 14 tersebut. Saya tidak tertarik menjadi OSIS ataupun MPK karena saat itu orang tua saya melarang karena mereka takut saya akan menjadi terlalu sibuk hingga nilai saya turun, terlebih lagi rumah saya sangat jauh dari Labschool.
            Di kelas 8 saya sudah terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang menguras tenaga di Labschool, seperti ACEX, Expo Ekskul, dan sebagainya. Saat kelas 8 tersebut saya aktif dalam band, namun setelah lulus band tersebut vakum. Dikelas 8 pun ada kegiatan yang sangat berkesan namun tidak ingin saya ulangi, yaitu BIMENSI, singkatan dari Bina Mental Siswa. Yaitu pelatihan kedisiplinan dan pbb bersama Marinir, saat itu kami dibawa ke markas komando marinir II di Cilandak. Kami melakukan pelatihan tersebut selama 5 hari, dan cuaca saat itu sangat panas dan selalu panas. Di hari pertama pun kami sempat dihukum dengan tidur telentang di lapangan tanah merah dan disuruh menatap matahari selama 5 menit. Makan pun menjadi momen yang tidak sedap. Karena setiap makan selalu saja kami berisik ataupun lelet dalam merapihkan alat-alat makan, atau ada teman kami yang belum habis makannya. Sebenarnya diwajibkan untuk kami membantu teman-teman yang tidak kuat menghabiskan makanannya tetapi ada saja teman kami yang langsung mengoper ke teman yang lain hingga makanan tidak semua habis. Karena itu kami pun dihukum dengan jalan jongkok menuju keluar. Dalam keadaan perut penuh dan mual kami dihukum seperti itu, tidak heran banyak yang muntah.
Saya memiliki penyakit skoliosis, yaitu kelainan pada tulang belakang yang seharusnya lulus menjadi bengkok ke kiri atau kekanan atau bahkan membentuk huruf “s”. Dan dokter pun sudah memberi surat keringanan dan memberitahu saya untuk memberi surat ini ke pelatih marinir, namun tampaknya surat itu tidak berguna karena tetap saja saya dikenakan kegiatan yang berat. Hasilnya derajat kemiringan tulang punggung saya bertambah.


Saya pun naik kelas ke kelas 9, dan saya masuk ke kelas 9B. Kelas ini adalah kelas yang sangat menyenangkan yang pernah saya alami sampai saat ini, karena kelas ini memiliki kekompakan dalam mengumpatkan barang seseorang. Sekejap saja seorang teman saya menengok, bisa saja ada barangnya yang hilang. Saya pun termasuk yang suka mengumpatkan barang-barang teman saya, walaupun saya terkadang menjadi korban. Saya juga aktif dalam baseball saat itu, dan saya sudah tergabung dalam Prambors Baseball Club, namun saya tidak diperbolehkan lagi karena memparah skoliosis saya sehingga saya berhenti bermain baseball. Dikelas 9 saya baru pindah ke rumah baru saya yang berada di daerah Bintaro. Dan baru pada kelas 9, angkatan saya bermusyawarah tentang nama angkatan, dan terpilihlah nama Averla Sixeras. Dan sampai sekarang pun, angkatan smp saya masih aktif mengadakan acara kumpul bersama, dan saya sangat senang mendapat angkatan yang begitu solid dan menyenangkan.
Dikelas 9 pula saya memulai belajar piano, tepatnya Pop Piano. Saya pernah belajar piano klasik tapi dalam 2 minggu saya keluar karena tidak betah belajar piano klasik, lalu saya memilih Pop Piano karena saya pikir lebih menarik dan lebih bebas. Di pop piano lah saya belajar chord, circle of fifth, circle of forth, Mayor, Minor, Sus, +, 7,9,11,13 dan semacamnya. Tidak puas saya pun belajar bermain piano sambil menyanyi yang saya lakukan secara otodidak. Namun ternyata melakukan 2 hal tersebut secara bersamaan tidak semudah yang saya duga, karena
Konsentrasi saya terbagi dalam membaca chord dan not, dan satu lagi membaca atau menghafal lirik.
Dikelas 9 juga saya menghadapi UAN atau Ujian Akhir Nasional, dan saat itu IPA juga sudah diujiankan. Saya sangat tegang dalam menghadapi ujian tersebut, karena NEM itu akan dipakai untuk mendaftar SMA Negeri. Sebelumnya saya berminat masuk SMA 8, maka saya belajar dengan giat, berpuasa Senin Kamis, bahkan Tahajud danDuha. Saat masa-masa UAN selesai, saya diberitahu oleh om saya yang bekerja di Depdiknas bahwa NEM saya 36,4. Saya sangat senang dan bersyukur, karena yang saya dengar SMA 8 memiliki rata-rata NEM yang tinggi. Hari pendaftaran pun datang, dan saya mendaftar dengan pilihan pertama SMA 8, dan pilihan kedua adalah SMA 70. Saat hari pertama saya agak lega karena posisi saya di peringkat 128, sedangkan siswa yang diambil adalah 198 orang. Namun lama-kelamaan peringkat saya di daftar calon siswa SMA 8 menurun hingga akhirnya saya tidak mendapat sekolah yang saya inginkan tersebut. Karena saya tidak mengambil SMA 70 sebagai sekolah pilihan ke 2 saya, saya tidak diperbolehkan mengikuti pendaftaran gelombang ke 2. Saya kesal, karena om saya memberitahu saya kalau boleh saja mengikuti gelombang ke 2 walaupun dia sudah mendapatkan tempat di pilihan yang ke 2 atau ke 3. Ternyata dia salah informasi. Maka saya melepas pilihan saya ke SMA 70 dan memilih masuk SMA Labschool Kebayoran.

Masa SMA

            Setelah lulus dari SMP Labschool Kebayoran, saya melanjutkan ke SMA Labschool Kebayoran. Di kelas 10, saya masuk XA. Dikelas 10 ini terdapat sekali kegiatan yang menguras tenaga, seperti TO, Bintama, dan LDKS. TO adalah singkatan Trip Observasi, yaitu kegiatan dimana kami akan tinggal dengan keluarga asuh di suatu desa. Selama 5 hari kami akan merasakan hidup menjadi orang desa dengan membantu orang tua asuh dan semacamnya. Lalu BINTAMA, adalah kegiatan serupa seperti Bimensi SMP Labschool Kebayoran, dimana saya dan teman-teman saya sudah kebal dengan segala kegiatan dan hukuman. Bahkan kami tidak menyangka kalau BINTAMA jauh lebih menyenangkan daripada BIMENSI, dan fasilitas pun terbilang bagus dimana kamar mandi memiliki shower dan toiler duduk.
Sedangkan Bimensi jauh dari kata “terfasilitasi”.
            Saya masuk program IPA pada kelas 11, karena saya bercita-cita menjadi dokter. Dan kelas saya pun mendapatkan orang-orang yang ribut dan menyenangkan, tidak bisa diam, namun tetap dapat mengikuti pelajaran. Dikelas 11 ini pun saya kembali aktif dalam dunia musik, dimana band saya saat ini yaitu Socialnature sedang aktif mencari gig-gig kecil serta rekaman. Kamipun pernah satu panggung dengan bassist berbakat Barry Likumahuwa, lalu Seringai, serta Glenn Fredly, dimana pada acara tersebut kami menjadi band pembuka. Lalu pada kelas 11 ini saya membantu usaha ibu saya dimana ibu saya menjalankan usaha butik muslimah. Dimana ibu saya menjual kerudung, bros, bahan baju, dan lain sebagainya. Terkadang ibu saya menyuruh saya menawarkan kepada orangtua murid teman-teman saya untuk dijual, atau mengantar pesanan yang dipesan seseorang ke tempat yang dituju. Ibu saya juga memiliki bisnis kontrakan, yang Alhamdulillah sudah ramai ditinggali. Saya juga terkadang diminta ibu saya pergi mengelilingi Jakarta untuk mencari tanah kosong atau rumah dijual, sehingga nanti akan kami gunakan sebagai kontrakan yang baru.


            Mimpi Masa Depan

            Saya ingin sekali mengejar cita-cita saya dan menjawab harapan orang tua saya untuk menjadi dokter, karena itu saya berdoa dan berusaha agar saya dapat diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau FKUI. Dan jika Insya Allah saya diterima di FKUI lalu lulus menjadi dokter, saya ingin membangun rumah sakit bersama teman saya. Namun jika ada rezeki dan waktu, saya juga ingin menseriuskan band ini agar makin dikenal orang-orang. Saya pun ingin meluaskan usaha ibu saya ini, yaitu usaha butik dan kontrakan tersebut. Saya ingin usaha tersebut sukses sehingga orangtua saya cukup bersantai saat masa-masa pensiun karena kami sudah mempunyai pegangan hidup. Saya hanya dapat berdoa harapan dan doa ini dapat dikabulkan Allah SWT, namun saya tidak tahu apakah Allah memiliki rencana yang lebih baik dari saya. Tetapi saya hanya bisa berharap yang terbaik dan berdoa.
Dokumen Foto:
IMG00170-20110412-1812.jpg
Saya berumur 5 bulan
IMG00168-20110412-1812.jpg

Saya berumur 6 bulan

IMG00169-20110412-1812.jpg

Saya berumur 6 bulan

IMG00175-20110412-1814.jpg

Saya berumur 3 tahun

IMG00159-20110412-1806.jpg
Saya berumur 4 tahun

IMG00162-20110412-1810.jpg
Saya berumur 4 tahun
IMG00167-20110412-1811.jpg
Saya bersama sepupu-sepupu saat 5 tahun
IMG00163-20110412-1810.jpg
Saat berumur 6 tahun

Saya berumur 8 tahun
207586_1035137732561_1649006517_87393_8271_n.jpg
Bersama keluarga saat 9 tahun
Saya berumur 12 tahun
Saat saya berumur 13 tahun, kelas 1 SMP

Saya berumur 13 tahun


Saya berumur 14 tahun

Saya berumur 15 tahun

Saya berumur 17 tahun

Saya berumur 17 tahun